Senin, 11 Oktober 2010

tak selamanya benar..........

Elena, itulah nama seorang gadis yang sedang tertegun di atas kursi yang penuh dengan debu saat itu, tak lama kemudian datang seorang perempuan cantik dengan rambut panjang dan tubuh semampainya, menyapa elena, dia eren yang kerap disapa ren,sahabat elena.

“hey lena, lo ngapain disini, murung gitu lagi, jelek tau” goda eren dengan wajah kebingungan

“eh elo ren , gak tau ni gue lagi bingung banget” jawab elena singkat

“kenapa? Ayo dong elo cerita ma gue, kali aja gue punya solusinya” jawab eren bijaksana

“ok, gue mau cerita ma elo, tapi lo jangan ember ya,”

“sipp,,” jawab eren

“gue bingung ma perasaan gue, gue gak tau apa ini nyata atau enggak, semenjak gue putus ma daniel, gue ngerasa cepet banget buat jatuh cinta ma cowok laen, padahal elo tau bangetkan kalau gue dulu susah banget buat suka ma cowok, termasuk si daniel, dia aja sampe susah payah buat jadiin gue pacarnya, iya kan?” ucapnya PD

“iya sih, gue tau banget elo, emangnya, lo lagi suka ma berapa cowok si?”

“gini ren, sekarang ada 3 cowok yang lagi deket ma gue, dan anehnya gue gak bisa pilih salah satu diantara mereka, gue juga bingung kanapa? Yang jelas perasaan gue sama mereka sama, kalau di ibaratin ke persen ni 100% di bagi 3 sama, jadi adil deh semuanya” ucap lena dengan wajah yang meyakinkan

“hah??? Seriusan lo? Ko bisa si? OMG siapa aja tuh cowoknya?” tanya eren, penasaran

“yang 2 si kelasnya tetanggaan ma kelas kita, namanya kevin ma ary” jawab lena meyakinkan

“hah??? Gila lo merekakan 1 club basket, terus satu lagi siapa?”

“iya, bener, untung aja mereka gak tau satu sama lainnya, satu lagi farhan lo tahu kan farhan yang mana?” elena mencoba ngetes eren

“farhan? Ya ampun, jangan bilang farhan yang so romantis itu.” Tebakan eren dengan ragu tak percaya

“iyap, betul banget,lo pinter banget si, iya emang farhan itu” lena meyakinkan eren sambil mencubit pipi eren

Obrolan mereka terhenti ketika seorang laki-laki dengan bunga mawar merah di tangannya menghampiri, dan menyapa mereka berdua.

“hey, pagi cantik”

“hey, pagi juga” serentak elena dan eren menjawabnya bersamaan

Laki-laki itu memberikan bunga yang ia pegang kepada elena, tanpa sepatah katapun ia berbicara, hanya membiarkan tatapannya yang berbicara, lalu ia pergi meninggalkan elena dan eren.

“lena lo di kasih bunga, ya ampun farhan romantis banget, kenapa gak gue aja si” ucap eren dengan tanpa berpikir panjang

“iya ren, wangi banget bunganya, enak aja, gak,gak,gak, farhan punya gue pokoknya” jawab lena dengan tegas

“yah,,, kan masih ada 2 len, 1 ke’ buat gue”

“enggak, enggak, biarkan Allah yag menentukan”

“yah... iya deh iya” jawab eren terpaksa

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Haripun berganti hari.

Sepulang sekolah di rumah eren, mereka hendak kerja kelompok, belum sempat mereka duduk, lena tersentak.

“ren, ya ampun, liat gue dapet sms dari kevin ” ucapnya cepat

“apa-apa isinya?” tanya eren penasaran

“dia ngajakin gue nonton, ya...ampyun gimana ni?”

“ya,, udah lo cepetan bales bilang kalau lo mau”

“seriusan, aduh gue takut” ucap lena dengan wajah bingung

“Takut apa ? lo gak akan di gigit kali” candaan eren

“ah, ya iyalah, gila aja lo,gue takut salting, guekan blum pernah nonton sama cowok”

Sementara elena kebingungan, eren mendapatkan ide yang cemerlang

“aha, gue punya ide, gimana kalaulo gue ikutin, sampe lo beres nontonnya, biar lo ngerasa tenang kalau ada apa-apa, kan ada gue di belakang lo, gimana?” ucap eren dengan wajah meyakinkan

“em,,,,setuju” jawab lena dengan semangat

Hari yang telah di nantipun tiba, elena sudah bersiap untuk berangkat.Sementara itu, erenpun sudah bersiap untuk membuntuti elena dan kevin. Tidak lama kemudian kevin datang untuk menjemput,

“Tid....tid...tid” suara klakson motor kevin

Lena bergegas menghubungi eren

“dia dah jemput gue”

“ok, gue udah on the way di belakang lo”

Lena menghampiri kevin

“hey len, dah siap? ayo kita berangkat” sapa kevin sambil menebarkan senyuman manisnya

“ayo” jawab lena tanpa pikir panjang

Berangkatlah merek. Untunglah gak setegang yang gue pikir (ucap lena dalam hati).

Sesampainya di bioskop. Hari itu bioskop ramai sekali di kunjungi peminatnya, mungkin karena hari itu hari sabtu, kebanyakan siswa sekolah libur, lena dan kevin memilih film yang akan mereka tonton, sementara eren menunggu keputusan mereka berdua.

“Kita nonoton film horor aja ya” ucap kevin tanpa bertanya persetujuan lena

“hah? Tapi gue...” ucapku dengan cepat

Namun belum sempat lena teruskan apa yang ingin lena katakan kevin langsung membeli karcis. Saat itu lena terlihat sangat kesal sekali, dia merasa tidak dihargai, karena kevin mengambil keputusan sendiri, padahal lena sangat tidak menyukai film horor. Tapi semuanya sudah terlanjur, kevin sudah membeli karcis, akhirnya dengan rasa terpaksa lena duduk disamping kevin untuk menonton film horor yang sudah kevin pilih.

“ih,,, cowok macem apaan ni” celoteh lena dalam hati

Film sudah selesai, lena dan kevin bergegas pulang, sebelum lena masuk ke dalam rumah.

“lena, gue mau ngomong sesuatu sama lo” ucap kevin dengan mata menatap lena

“iya, ada apa ?” tanya lena penasaran

“gue sayang sama lo, meski kita baru jalan sekali, tapi gue udah punya perasaan ini sama lo semenjak gue pertama kali liat lo” ucapnya meyakinkan

“hah? Apa? Gue g bisa jawab sekarang” ucap lena kebinungan

“oh, ok g pa-pa ko, gue pulang dulu ya” jawab kevin, sambil menyalakan motornya

”Hufh, akhirnya beres juga acara nonton hari ini.” Celoteh lena sesampainya di rumah

Keesokan harinya di rumah lena

Ketika Lena dan eren sedang asik mengobrol,menceritakan hal yang lena alami saat dia nonton dengan kevin,tak lama kemudian handphone lena berdering, bergegas lenapun mengangkatnya

“halo?” suara yang tak asing menyapa lena

“halo, siapa ni?” jawab lena penasaran

“hey len, gue ary” ucapnya dengan lancar

“eh ary, ada apa?” jawab lena, kebingungan

“enggak, gue pengen aja ngobrol sama lo, boleh kan?” tanya ary berharap

“oh, iya boleh ko” jawab lena spontan

“ada yang marah gak ni kalau gue ajakin lo jalan?”

“hah? Jalan? Kita? Berdua?” jawab lena kaget, akan ajakannya

“iya, itu juga kalau lo mau?” tanyanya lagi

“hah, iya, gue mau ko, tenang aja gue belum punya cowok ko” jawab lena mengiyakan

“ok, gimana kalau sabtu depan, gue jemput lo jam 2 siang?”

“ok” seru lena dengan suara pelan

Seperti biasa lena ceritakan semuanya pada eren, eren memang sahabat lena yang baik, dengan senang hati eren akan mengikuti lena lagi di acaranya dengan ary.

Hari sabtupun tiba,hari libur yang cerah, eren mengikutiku dari belakang.

“kita mau kemana?” tanya lena

“gimana kalau kita ke bukit?” tanya ary

“ok, gue suka banget pemandangan yang indah, apalagi bukit” jawabku gembira

Hari itu berakhir dengan penuh warna, ary membuat lena merasa kagum akan dirinya, karena ary adalah sesosok pria yang menghargai wanita, ditambah lagi dia menanyakan pendapat lena untuk tempat yang akan mereka kunjungi, itu sudah menjadi +2 untuk ary menurut lena.

Jam menunjukan pukul 5 sore, kami memutuskan untuk bergegas pulang.Berlalulaah hari itu.

Saat masuk sekolah,

Pagi itu berjalan seperti biasanya, cerah nan segar, sahabat lena, eren yang selalu disisinya. farhan yang tiba dengan bunga mawar yang selalu dia berikan kepada lena menambah indahnya hari di pagi itu.

“ren, gue masih bingung sampe sekarang ma sikapnya si farhan, kenapa ya dia ngomongnya Cuma hey, ma pagi aja” tanyaku pada eren

“dia gugup kali len ketemu lo, makanya dia kaya gitu, yang penting dia tetep romantis kan sama lo” dengan wajah yang juga kebingungan

“oh, ia kali ya, ia romantis banget, gue suka banget deh” jawab lena berbunga-bunga

Bel berbunyi, menandakan kami harus segera masuk ke kelas

“ayo kita ke kelas len, keburu ada guru nanti” eren mengajak lena sambil menarik tangannya

“yuk.” Jawab lena spontan

Jam sekolah berlalu,sepulang sekolah seperi biasa lena dan eren pulang bersama. Kali ini giliran mereka kerja kelompok di rumah lena

“len, gue mau ngomong sama lo” ucap eren dengan wajah serius

“iya? Ngomong aja kali ren, kaya yang sama siapa aja si lo” jawab lena tenang

“emh, gue,,,gue,,,gue” eren terlihat gugup, dan terbatah-batah

“lo kenapa ren? Lo sakit?” tanya lena khawatir

“bukan, gue, sebenernya gue suka sama farhan len, lo jangan marah ya sama gue. Gue juga sebenernya gak mau punya perasaan kaya gini, cuman...” jawabnya gugup

“lo bercandakan ren? Lo gak mungkin ngehianatin gue, iya kan? Bilang ren ma gue kalau lo cuman bercanda, ayo bilang” lena memotong pembicaraan eren dengan rasa tak percaya

“enggak, gue gak bercanda len, gue serius, gue suka sama farhan” eren mencoba meyakinkan lena

“lo jahat banget ren ma gue, lo tahu kan kalau gue suka sama dia, kenapa si ren? Lo penghianat ren, ternyata selama ini lo musuh dalam selimut buat gue, bukan sahabat gue, mulai sekarang persahabatan kita, cukup sampai disini, pergi lo ren dari rumah gue, gue gak mau liat wajah lo lagi” ucap lena marah

“len gue bisa jelasin semuanya sama lo, jangan salah paham kaya gini len, gue sahabat lo, lo juga sahabat gue, jangan Cuma karena hal sepele kaya gini persahabatan kita ancur gitu aja” eren membela dirinya

“apa? Sepele menurut lo? Gak ren menurut gue. Cepet lo pergi dari sini, pergi....” ucap lena sambil menunjuk pintu

“ok, gue pergi, gue gak nyangka ternyata lo kaya gini len. Ok kalau ini yang lo mau, Makasih buat semuanya” ucap eren sambil meninggalkan rumah lena

Eren pun pergi meninggalkan elena

Keesokan harinya,

Hari ini tak seperti biasanya, lena tak bersama eren lagi, lena merasa kehilangan, namun lena merasa buat apa dia merasa kehilangan seorang pengkhianat seperti eren.

“akh, buat apa gue mikirin penghianat itu lagi, dia aja gak mikirin gue”ucap lena sinis

Tak lama kemudian, seperti biasa farhan datang dengan bunga mawar di tangannya, namun kali ini dia tak menyapaku seperti biasanya

“loh len, eren mana? Biasanya kalian berdua disini? Dia sakit?” tanya farhan khawatir

“gak tahu, ngapain si elo nanyain dia ma gue, emangnya gue nyokapnya apa” jawab lena acuh

“loh ko elo malah marah si ma gue, gue kan nanyanya baik-baik, gue cuman nanya kenapa lo gak sama eren?” ucap farhan

“udah deh lo gak usah nanya-nanya pengkhianat itu lagi,gue males jawabnya, lagian apa peduli lo si sama dia, lo kan sukanya sama gue, ngapain lo nanyain dia, yang ada lo tanya kabar gue ke’ atau apa gitu”jawab lena lantang

“apa??? Bentar-bentar, pengkhianat? Maksudnya?” tanya farhan penasaran

“iya,eren itu p.e.n.g.k.h.i.a.n.a.t, lo tahu kenapa? soalnya dia berani-beraninya suka sama lo, jelas-jelas dia tahu kalau lo lagi PDKTan ma gue, and untungnya lo sukanya sama gue kan ”jawab lena dengan PD

“apa? Gue? suka sama lo? Apa gue pernah bilang sama lo kalau gue suka sama lo? Enggak kan?” tanya farhan meluruskan

“iya si, emang gak pernah, tapi dengan lo nunjukin sama gue, lo sapa gue tiap pagi, lo kasih gue bunga mawar merah tiap pagi, meski sebenernya gue tuh gak pernah suka bunga mawar merah, tapi wajarlah mungkin lo gak tahu” jawab lena

“enggak len, lo salah paham, gue gak pernah suka sama lo, sapaan gue tiap pagi itu sebenernya bukan buat lo tapi eren, dan bunga mawar yang gue kasih ke elo, sebenernya juga bukan buat lo tapi eren, bukan karena gue gak tahu apa lo suka atau enggak sama bunga mawar, bunga mawar itu kesukaan eren” penjelasan farhan dengan wajah serius

“stop, maksud lo apa? Lo suka sama pengkhianat itu? Tanya lena tak percaya

“stop panggil dia pengkhianat, karena sebenernya lo yang pengkhianat, len” jawab farhan menunjukan jarinya ke muka lena

“apa maksud lo?” tanya lena semakin kebingungan

“iya, lo gak pernah ngertiin perasaan eren len, lo aja gak pernah tahu bunga apa yang paling dia suka, lo cuman mentingin diri sendiri tanpa lo tahu perasaan eren kaya gimana, apa lo pernah tanya ma eren lagi suka sama siapa? Apa lo pernah tanya dia tentang masalah yang dia punya?tapi eren selalu perduli sama keadaan lo, dia selalu tahu perasaan lo tiap waktu, itu yang namanya pengkhianat? Yang ada lo yang pengkhianat” ucap farhan menyalahkan lena

“ok, gue akuin gue salah gak pernah perduli sama dia, tapi sekarang dia diem-diem suka sama cowok yang lagi deket sama gue, berarti dia pengkhianat juga kan” pembelaanku

“enggak len, lo salah lagi, gue dah biang kalau gue gak pernah suka sama lo, gue sukanya sama eren, semenjak MOS gue udah deket sama dia, bahkan gue udah pernah nembak dia, tapi setelah dia tahu kalau sahabatnya suka sama gue, dia gak berani lagi deket sama gue. Elo tahu kenapa? karena dia ngejaga perasaan lo, dan tentang sapaan, dan bunga yang gue kasih sama lo, awalnya gue kasih itu semua buat eren, sampe akhirnya dia marah sama gue, dan bilang kalau gue bener-bener suka sama dia, gue harus ngebuktiin semua itu yaitu dengan cara ngasih semua perhatian gue sama lo, dan itu gue lakuin semata-mata buat eren, sekarang apa lo masih nyebut dia pengkhianat?” ucapnya lebih meyakinkanku

“gue...gue” lena tak bisa berbicara apa-apa

“lo gak usah jawab, jawab aja sama diri lo sendiri, dan lo harus tahu, lo punya sahabat yang bener-bener sahabat” ucapnya meninggalkan lena

Farhan meninggalkan elena sendirian untuk merenungkan semuanya baik-baik dengan kepala dingin.

Sepulang sekolah,

Akhirna lena menyadari, bahwa sahabatnya itu bukan pengkhianat, lena bergegas pergi untuk meminta ma’af pada eren, meski lena menganggap takkan mudah eren memberinya kata ma’af,

Di perjalanan, tak sengaja lena bertemu sesosok laki-laki yang sepertinya dia kenal. Dia bersama seorang gadis. Aku terkejut melihatnya, dia kevin. Yang saat itu sedang mengatakan cintanya pada gadis yang sedang berada di sampingnya.

“hah? Kevin? Ternyata bukan Cuma gue yang di ajaknya nonton, huh, aku udah ketipu ma cowok itu, ditambah lagi dia juga bilang sama semua cewek kalau dia sayang ma cewek itu, huh, dasar buaya” ucap lena dalam hati namun tak ia pikirkan

Di perjalanan, terlintas ide dalam pekiran lena, dia ambil handphone dan menyuruh farhan untuk menyusulnya ke rumah eren, dan farhanpun mengiyakan.

Sesampainya di rumah eren, rasanya lena tak bermuka untuk menghampiri eren, tapi lena harus melakukannya, jika ia tak ingin kehilangan sahabatnya itu.

“assalamu’alaikum” ucap lena sambil mengetuk pintu

“waalaikumsalam, lena?” eren membuka pintu, dan terkejut

“eren ma’afin gue, ma’afin gue, kenapa lo gak bilang yang sebenernya si sama gue?” lena langsung memeluk eren

“gue gak mau nyakitin perasaan lo, udah lena, gue udah ma’afin lo ko, lo kan sahabat gue” jawab eren sambil tersenyum

“lo masih nganggep gue sahabat setelah apa yang gue lakuin sama lo?”tanya lena tak yakin

“iya, sahabat akan selau ada sampe kapanpun, dan lo akan selalu ada di hati gue sebagai shabat gue” jawabnya dengan tenang

“thanks ren, lo bener-bener sahabat gue” jawab lena tersenyum

Bahagianya lena saat itu, tak ingin rasanya lena kehilangan sahabatnya itu lagi.

“dan sekarang gue mau lo bersatu sama farhan” ucap lena

“ah, lo ngomong apaan si? Mungkin dia dah punya yang baru len” jawab eren

Tiba-tiba datang seorang laki-laki dari luar

“siapa bilang? Bagi gue lo akan selalu baru di hati gue, eren untuk yang kesekian kalinya gue bilang sama lo, gue sayang sama lo, apa lo mau jadi cewek gue?” ucap farhan sambil mempersembahkan bunga mawar merah untuk eren

“sorry farhan, gue gak bisa, lena yang lebih...” ucapnya sedih

“ssssst, kalian cocok banget, gue pengen denger ia dari mulut lo ren” ucapku memotong pembicaraan eren

“lo serius len?” jawabnya tak yakin

“2,3,4,5 rius bahkan” lena yakinkan eren

“iya, gue mau farhan” jawabnya malu-malu

Mereka tertawa bahagia bersama, tak lama kemudian,

Kring....kring suara handphone elena menghentikan tegunan tertawa mereka

“ary ren” ucap lena pada eren

“angkat” jawab eren spontan

Di angkatlah telponnya itu

“halo?” ucap ary

“halo, ada apa ry?”jawabku sambil kebingungan

“gue ada di depan rumah eren len, gue mau ngajak lo jalan,gue ada tempat yang lebih indah lag dari kemaren, itu juga kalau lo mau?” ajaknya pada lena

“hah?, oya? Ok, ayo aja, tapi aku ajak eren sama farhan boleh yah? Jawab lena kaget, namun berbunga

“oke, ayo aja, jadi kan bisa double date... he..he” ucapnya sambil bercanda

“ha,,,ha dasar, ya,, udah kita kesana sekarang” ucap lena

Akhirnya semuanya berakhir dengan bahagia, meski lena belum menemukan cintan yang sebenarnya, apa dia ary? Entahlah, yang pasti segala sesuatu yang sudah terjadi takkan bisa terulang kembali, maka apa yang sudah terjadi itulah yang terbaik, selagi kita sudah mengusahakan yang terbaik.

Kalau tentang sahabat jangan di tanya lagi, eren selalu berada di samping lena, dan lena akan selalu ada di sampingnya. Jangan kau siakan sahabat apalagi hanya karna hal yang belum pasti, karna sahabat takkan pernah terganti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar